Thursday, April 17, 2008

Angie's 17th birthday

Angie reaches the age of seventeen!!!

Rasanya baru kemarin dia suka nggigitin putingku tatkala dia sedang minum minuman terbaik untuk bayi—ASI. Atau mungkin dalam hal ini ASI bisa diganti menjadi ASMN, singkatan dari ‘air susu Mama Nana’. LOL. LOL. Kalau kemudian aku meringis kesakitan, Angie memandangku dengan sorot mata bandel plus iseng, seakan bertanya, “Sakit ya Ma? Kok Angie enak aja? Abisnya, ‘bittenable’ sih...” gitu kali makna pandangan mata itu. LOL.
Aku ingat tatkala aku duduk di bangku SMA, banyak teman sekolahku yang khusus mengadakan ‘perayaan’ pesta ulang tahun yang ketujuhbelas. Aku—yang di’juluk’i Abangku korban norma yang dibuat oleh masyarakat; and he is 100% right—pun ikut-ikutan. Hal ini membuatku menerka-nerka apakah Angie pun ingin merayakan ulang tahunnya yang ketujuhbelas, yang jatuh pada tanggal 8 April 2008 yang lalu. Namun ternyata ‘Bintang Cantik’ku ini tidak tertarik untuk mengadakan apa yang dulu diselenggarakan oleh my dearest Mom untuk anak perempuannya yang pertama.
No matter what, aku tetaplah menganggap bahwa angka 17 merupakan angka spesial, sehingga aku ingin melakukan sesuatu yang spesial pula buat anak semata wayangku itu. Pilihanku adalah, membelikannya sebuah hape baru. Untuk mendapatkan jenis hape yang dia inginkan, aku beli tabloid PULSA yang khusus mengulas berbagai macam hape. Setelah menimbang-nimbang (dari segi features yang ada, plus harga yang ‘ekonomis’ , akhirnya Angie memilih hape Sony Ericsson K550i.
Selain itu, sebenarnya aku ingin menraktir Angie dan beberapa teman dekatnya. Alasan yang kukemukakan kepada Angie, “Mama pengen liat teman-teman Angie yang biasa Angie sebut namanya, such as Lia (yang suka manggil Angie “Cinta”, lha kok saingan dengan nyokapnya? LOL), ‘Rampinq’ (bukan nama sebenarnya tentu saja, hanya nama julukan, saking rampingnya anak satu ini) dan beberapa yang lain. Rencana makan siang bersama ini tanggal 9 April karena kebetulan aku masuk ngajar jam 5, sehingga aku bisa ikut menemani anak-anak itu makan siang, sepulang dari sekolah jam 13.30, dan ga perlu terburu-buru. Namun, ternyata rencana ini gagal lantaran kelas Angie hari itu menghadapi pertandingan sepak bola dengan kelas lain (dalam rangka ‘liga SMA3 Semarang’). Angie memilih membatalkan acara makan siang, dan ikut menjadi ‘penggembira’ tim sepak bola kelasnya, bersama teman-teman sekelasnya.
Diam-diam, teman-teman Angie merencanakan sesuatu, untuk membuat Angie selalu ingat peristiwa ulang tahunnya yang ketujuhbelas. Guess what?
Mereka memberi Angie hadiah yang serba Mickey Mouse (untuk alasan yang private, aku tidak menuliskannya di sini mengapa Angie suka banget pada Mickey Mouse akhir-akhir ini. :)) mulai dari tempat hape, tempat pensil, gantungan hape, ketiganya dihiasi gambar Mickey Mouse, plus boneka Mickey Mouse, dan boneka mungil Mashimaru (if I am not mistaken to remember the name. LOL.)
Selain itu ...
Seusai pertandingan sepak bola yang berakhir seri, Angie di’hujani’ tepung terigu oleh teman-temannya. Plus ... di’kucurin’ telur dari atas kepala sampai kaki, sehingga praktis Angie berbau amis seluruh tubuhnya, termasuk seragam sekolah, tas, sampai sepatu dan kaos kaki.
Sampai hari ini (Senin 14 April 08) Angie masih komplain bau amis telur yang menurut hidungnya masih menempel di seragam sekolahnya, meskipun telah dicuci berkali-kali, direndam di dalam air yang dicampur pewangi dan pelembut, plus disemprotin parfum sampai setengah botol. LOL.
Hari Minggu 13 April 08 kemarin aku mengajaknya ke salah satu toko yang berjualan hape, yang terletak di jalan Singosari Raya. Aku membelikannya hape yang dia inginkan (karena ada cybershot) K550i. Sangking senangnya dengan hape yang berwarna hitam cute itu, waktu kita berdua mampir di SANTIAGO, rumah makan tempat kita makan siang, Angie menjadikanku model saat dia mencoba-coba kamera yang ada di dalam hape barunya. LOL. Sesampai di rumah, ga henti-henti dia mencium pipiku.
Btw, tatkala membaca SANG PEMIMPI, novel kedua Andrea Hirata dalam tetralogi LASKAR PELANGI, ada satu adegan yang sangat menyentuh perasaanku, tatkala Ikal mengekspresikan rasa sayang, hormat, dan kekagumannya kepada ayahnya, karena sang ayah tetap merasa bangga kepada anak kelimanya itu, meskipun sang anak ‘terjungkal’ dari rangking 3 ke rangking 75.

“ ... dan riak-riaknya yang berkecipuk siang dan malam adalah nyanyian sunyi rasa sayangku yang tak bertepi untuk ayahku.” (halaman 155)

Jika ada pepatah yang mengatakan “cinta seorang anak (konon hanya) sepanjang galah, sedangkan cinta ibu kepada anaknya sepanjang jalan”, aku ingin sekali satu saat nanti, Angie pun mengekspresikan cintanya kepadaku, “Sayangku pada Mama tak akan lekang dimakan usia.”

Happy birthday, my beloved daughter.
Wish you all the best of the best for your life.
I have always loved you deeply.
And I will always love you forever.


PT56 140408